MENYINGKIRKAN CITRA NEGATIF DENGAN ADANYA NEW KEMUKUS

 

MENYINGKIRKAN CITRA NEGATIF DENGAN ADANYA NEW KEMUKUS

 


 

Sragen – Adakah yang masih ingat dengan Gunung Kemukus? Salah satu objek wisata di Sragen Jawa Tengah yang memiliki stigma negatif dikalangan masyarakat. Pemerintah Kota Sragen sadar akan citra buruk yang disandang oleh gunung kemukus ini, oleh karena itu Pemerintah Kota Sragen telah menggelontorkan dana yang besar untuk mengubah Gunung Kemukus menjadi objek wisata yang lebih baik lagi dan menghilangkan citra buruk yang ada di Gunung Kemukus tersebut.

Kini wajah Gunung Kemukus berubah drastis, Gunung Kemukus kini bertransformasi menjadi wisata keluarga yang layak dikunjungi, dengan diberi nama New Kemukus, diharapkan objek wisata ini dapat menghilangkan citra buruk yang selama ini ada. Kebetulan jarak objek wisata ini dengan rumah saya tidak begitu jauh sekitar 5 samapai 6 kilometer saja, tepatnya di Desa Pendem. Beberapa waktu lalu saya menyempatkan datang berkunjung ke objek wisata tersebut.

Gunung kemukus bukan hanya sebagai objek wisata biasa saja melain juga sebagai objek wisata religius, karena di sana terdapat makam dari Pengeran Samudra, salah satu putra dari Prabu Brawijaya, raja terakhir Kerajaan Majapahit.

 Mana kala dulu Pangeran Samudra ini melakukan perjalanan mencari sunan kali jaga  untuk berguru agama islam, kemudian Pangeran Samudra di titahkan oleh Sunan Kalijaga untuk mengajarkan Agama Islam di sekitaran Gunung Lawu.

Setelah tugasnya selesai Pengeran Samudra pun meninggalkan Gunung Lawu dan menuju kearah barat laut menuruni gunung. Namun dalam perjalanannya beliau mengalami sakit yang sampai membuatnya berjalan miring (doyong). Daerah tempat Pangeran Samudra sakit miring tersebut akhirnya diberi nama Desa Doyong (miring). Singkat cerita ketika Pangeran Samudra melanjutkan perjalanannya ke sebelah utara, ia pun meninggal di sana. Desa itu dinamakan Pendem, berarti tempat memendam mayatnya Pangeran Samudra. Setiap tanggal satu Suro di daerah Gunung Kemukus ini sering dilakukan kirab, yaitu kirab selambu Pangeran samudra,

The New Kemukus punya fasilitas yang lengkap. Antara lain bangku-bangku serta lampu di setiap sisi dan sudut. Panjang taman ini sekitar 150 meter. Ada pula taman bunga mini, menara selfi yang estetik, musala, toilet umum, restoran, streetfood, serta tempat parkir yang luas. Plus jalur khusus untuk tunanetra agar mereka juga bisa menikmati jalan-jalan di sepanjang taman.

Di kantor pengelola The New Kemukus dilengkapi ruang aula, ruang pertemuan, ruang tunggu, serta hiasan relief. Bicara mengenai restoran dan streetfood, ada banyak pilihan. Dari masakan Jawa, olahan ikan segar hingga menu nusantara.

Penanggung Jawab objek wisata The New Kemukus Dispora Kabupaten Sragen Marcellus Suparno mengatakan, saat baru selesai dibangun pada 2021 lalu, wisatawan banyak yang mengunjungi tempat ini.

”Pada saat viral itu banyak sekali yang datang. Apalagi kalau malam Minggu atau hari Minggu bisa sampai ribuan. Kalau sekarang kan pas sama musim hujan jadi rata-rata pengunjung harian hanya sekitar 100-200 orang,” jelasnya.

Tiket The New Kemukus sebesar Rp 5.000 untuk weekday, Rp6.000 untuk weekend, dan untuk Jumat Pon dan Kliwon Rp10.000. Biaya untuk parkir juga tergolong murah. Sepeda motor hanya Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000.

Ismi, wisatawan asal Boyolali mengaku mengetahui tempat ini dari media sosial. ”Bagus tempatnya. Cocok buat liburan keluarga dan murah,” tuturnya.

Tarno pedagang streetfood mengaku senang dengan pembukaan tempat wisata ini. ”Dibangunnya wisata ini mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. Beda dengan dulu yang kumuh,” terangnya.

Banyak yang berharap dengan adanya New Kemukus ini dapat emnghilangkan citra negatif yang selama ini ada dalam benak pikiran orang-orang banyak.

 

 

Comments

Popular posts from this blog

PENTINGNYA PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK

VALENTINO ROSSI SANG LEGENDA MOTO GP

Koneksi Antar Materi - Relevansi Perjalanan Pendidikan Nasional - Filosofi Pendidikan Indonesia